Posted By turismo Posted On

Hal yang Harus Dilakukan Saat Orang Terdekat Terinfeksi Covid-19

www.hungriaturismo.comHal yang Harus Dilakukan Saat Orang Terdekat Terinfeksi Covid-19. Tentu saya tidak akan mendokan atau meninginkan anda serta keluarga anda mendapatkan musibah yaitu terjangkit virus corona. akan tetapi yang namanya musibah bisa menimpa siapa saja yang di Kehendaki-Nya.

Jika suatu hari salah seorang anggota keluargamu dinyatakan positif Covid-19, inilah langkah-langkah yang harus kalian lakukan sesegera mungkin.

1. Persiapan matang

Sebelum anggota keluargamu atau kerabat di komunitasmu sakit, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menganjurkan untuk memeriksa keadaan orang-orang terdekatmu dan cari tahu apakah ada yang mereka butuhkan jika sakit.

Mengumpulkan daftar nomor kontak darurat juga akan sangat membantu. Nomor tersebut termasuk penyedia layanan kesehatan, dinas kesehatan setempat, rumah sakit setempat, dan layanan ambulans.

Baca Juga: 10 Ciri-ciri Terpapar Virus Corona, Ada Tanda yang Baru

Menurut editor kepala dari buku terbitan American Academy of Pediatrics, “Caring for Your Baby and Young Child: Birth to Age 5 and The Wonder Years”, Dr. Tanya Altmann, orangtua juga harus menyiapkan struktur di mana anak-anak dan pengasuhnya -jika ada, memahami peran serta harapan mereka.

“Banyak orangtua akan sakit. Jadi, apa rencana yang telah disiapkan? Bagaimana cara isolasi mereka dan siapa yang akan menggantikan peran mereka sebagai orangtua?” kata Altmann, seperti dilansir CNN.

“Kita perlu tahu apa yang harus dilakukan agar kita tidak panik dan kesusahan jikalau salah satu orangtua dinyatakan terinfeksi.”

Jika perencanaan ini belum dibuat ketika seseorang dinyatakan positif, maka lakukan perencanaan segera atau minta bantuan orang terdekat lainnya untuk membantu.

Pastikan kamu selalu menerapkan standar kebersihan sebelum terjangkit Covid-19. Kebiasaan menerapkan standar kebersihan ini harus dilakukan secara otomatis dan rutin setiap hari untuk melindungi diri dari kuman, pilek dan flu.

Selain rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh area wajah dengan tangan kotor dan menjaga jarak, CDC juga mengingatkan agar secara rutin membersihkan permukaan-permukaan dengan pembersih rumah, diikuti dengan disinfektan.

Jangan lupakan benda-benda yang sering dipegang, seperti gagang pintu, saklar lampu, dan lainnya. Selain itu, gunakan masker berlapis tiga jika meninggalkan rumah. agar lebih aman dan terhindar untuk terjangkit virus ini.

2. Menyediakan perlengkapan dasar

Saat ada orang terdekatmu yang dinyatakan terinfeksi Covid-19, tanyakanlah apakah mereka membutuhkan bantuan untuk menyediakan perlengkapan dasar, seperti:

Termometer untuk memantau demam serta bahan pembersihnya, seperti Isopropyl alcohol.
Obat penurun demam, seperti asetaminofen.
Sekotak sarung tangan dan masker wajah sekali pakai dari karet atau lateks.
Pasokan obat resep yang diperlukan selama 60 atau 90 hari.
Sabun biasa dan pembersih tangan berbahan dasar alkohol 70 persen.
Stok tisu secukupnya untuk menutupi bersin dan batuk.
Perlengkapan pembersih rutin, sarung tangan pembersih untuk di dapur, dan trash bag, dan
Persediaan pembersih disinfektan.

3. Isolasi

Segera setelah kamu atau orang terdekatmu dinyatakan positif Covid-19, segera lakukan isolasi mandiri.

Isolasi harus dilakukan di kamar terpisah dan lebih baik memiliki kamar mandi yang juga terpisah dengan orang lain yang tinggal satu atap. Sayangnya, hal ini akan sulit dilakukan bagi keluarga dengan rumah sempit atau memiliki anak di dalam satu rumah.

“Jika ada orang tua atau orang dengan imunitas lemah di rumah, kamu mungkin perlu melalukan isolasi di rumah terpisah,” kata Altmann.

Lalu, tanya mereka apakah memerlukan sarana hiburan seperti buku, televisi, komputer, atau lainnya untuk menemani mereka ketika isolasi.di karena kan isolasi yang tentunya jangka panjang akan memakan waktu yang sangat lama hingga kunjung membaik akan menimbulkan rasa bosan atau pun jenuh. alangkah baiknya jika membawa atau mempersiapkan hobby kita agar kita tidak merasa bosan dan terhibur karena sembuhnya penyakit salah satunya adalah dengan merasa positif dan bahagia jikalau sedih akan malah memperburuk keadaan dan kita akan lebih lama dalam proses penyembuhan.

Jika yang terinfeksi adalah anak kecil, mungkin satu orang dewasa bisa melakukan isolasi bersamanya untuk melakukan perawatan.

Jika yang terinfeksi adalah dirimu sendiri dan kamu tinggal sendiri, maka mengatur isolasi tidak terlalu sulit. Tantangan yang dihadapi adalah terus memantau gejala dan merawat dirimu sendiri.

Pastikan mempunyai perencanaan untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan yang diantar ke rumahmu dan cari seseorang yang bisa membantumu memeriksa keadaan secara rutin.

Asisten profesor pediatri di University of Michigan sekaligus juru bicara American Academy of Pediatrics, Dr. Jenny Radesky mengatakan, baik kamu tinggal sendiri atau pun tidak, mengenal tetangga akan menjadi modal yang sangat baik. Sebab kamu bisa meminta bantuan mereka, seperti untuk berbelanja atau membeli obat.

4. Selalu Menjaga kebersihan

Jika kamu sakit, pastikan menggunakan masker ketika berada di sekeliling orang lain, misalnya ketika pergi ke rumah sakit atau klinik dokter.

Gunakan pula masker ketika berada di rumah. Jika yang sakit adalah anggota keluargamu yang lain, pastikan mereka juga melakukan itu. untuk lebih meminimalisir terjangkitnya dari virus conona.

Altmann menegaskan, memaksimalkan isolasi dan aksi proteksi sangatlah penting.

“Gunakan sarung tangan untuk mengambil piring kosong yang digunakan oleh orang yang sakit, bawa ke dapur dan cuci menggunakan air panas dengan sabun. Setelah itu, cuci tanganmu lagi,” katanya.

Perawat harus memakai sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor pasien dan membuangnya setelah digunakan.

Jika menggunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali, sarung tangan itu harus digunakan hanya untuk pembersihan dan desinfeksi permukaan untuk mencegah Covid-19 dan tidak boleh digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya. karena hal tersebut dapat memicu tertularnya penyakit virus corona.

Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas.

CDC menyarankan, sediakan tempat sampah berlapis untuk sampah bekas pakai penderita dan pastikan menggunakan sarung tangan ketika mengeluarkan dan membuang kantong sampah. Cuci tangan kembali setelahnya.

Hindari berbagi perlengkapan makan, handuk atau tempat tidur dengan penderita Covid-19, serta jangan menyatukan cucian baju kotor penderita dengan anggota keluarga lainnya. akan sangat berbahaya bagi keluarga anda hal tersebut dapat menularkan virus ini secara isntan, terlebih untuk anggota keluarga yang daya tahan tubuh mereka sedang lemah.

5. Menjaga kesehatan

Jika penderita Covid-19 adalah anggota keluargamu atau seseorang yang tinggal satu atap denganmu, pastikan anggota keluarga lainnya tetap sehat.dengan menjaga pola hidup yang sehat serta pola makan yang teratur dan selalu menjaga kebersihan sesuai protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Mereka juga perlu melakukan isolasi dari dunia luar, termasuk tidak pergi bekerja. Radesky menyarankan menemukan orang luar yang bisa membantu untuk mengantarkan bahan-bahan makanan dan obat-obatan.

“Jika tidak memiliki teman atau tetangga yang bisa membantu mengantarkan bahan makanan atau barang-barang penting, cobalah cari apakah toko-toko lokal dapat mengirimkan barang-barang untukmu,” kata Radesky.

Anggota keluarga yang tinggal satu atap dengan penderita Covid-19 bisa saja sudah terinfeksi namun tidak bergejala. Oleh karena itu, sebisa mungkin tetap berada di rumah dan tidak keluar dengan alasan apapun selama masa isolasi.

“Cara kita mengalahkan virus ini adalah dengan mengurangi frekuensi setiap orang yang terinfeksi menularkan virus ke orang lainnya. Jadi, semakin banyak yang dapat kita lakukan untuk menghentikan virus ini akan semakin baik,” katanya.

Untuk mengurangi penularan virus di dalam rumah, cobalah untuk menjaga aliran udara tetap baik dengan jendela atau pintu terbuka, jika cuaca memungkinkan. Tambahkan perangkat penyaring udara jika diperlukan.

Jaga kebersihan dan fokus makan sehat, olahraga teratur serta memiliki tidur berkualitas.

Meskipun tidak ada indikasi bahwa hewan peliharaan dapat memberi atau tertular Covid-19, CDC menyarankan agar menjauhkan hewan peliharaan dari orang yang sakit.

Isolasi dapat berakhir 10 hari setelah dites positif jika orang yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala.

Namun, jika memiliki gejala, masa isolasi dapat diakhiri jika memenuhi tiga kriteria berikut:

  1. Setidaknya melewati 10 hari sejak gejala pertama kali muncul.
  2. Bebas dari demam selama 24 jam tanpa minum obat penurun demam.
  3. Gejala Covid-19 lainnya membaik.

Akan tetapi, jika Covid-19 yang diderita malah semakin kian parah, hubungi penyedia layanan kesehatan untuk menetukan langkah yang tepat.

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Kamu Terinfeksi Covid-19

Tes yang di lakukan, seorang dokter biasanya menyeka jauh di dalam hidung dan tenggorokan seseorang untuk mengeluarkan dahak, kotoran yang dikeluarkan melalui batuk, bersin, meludah, dan bahkan berbicara. Hasil tes biasanya dikembalikan dalam beberapa hari. Ada jenis tes yang cepat, karena seringkali memberikan hasil hanya dalam 15 menit, tanpa kerja lab. Tetapi ada konsekuensi dari kecepatan itu: mereka kurang tepat dalam menangkap infeksi. “Alih-alih mencari materi genetik virus, ia mencari potongan kecil di lapisan virus,” kata Lee. Sehingga tes yang dilakukan hanya mencari protein tertentu yang berada di luar virus. Umumnya tes itu hanya dilakukan untuk skrining.

Hasil tes positif terpapar Covid-19 lebih pasti dan baik jika dilakukan dengan tes laboratorium. “Tes negatif suatu hari tidak berarti Anda akan negatif di hari berikutnya,” kata Giroir. Paru-paru Pasien Covid-19.

Lakukan pengujian kembali pada akhir masa karantina Anda

Saat Anda menyelesaikan karantina, alangkah baiknya untuk mendapatkan satu tes terakhir, hanya untuk membantu memastikan aman untuk menjelajah kembali ke masyarakat. “Jika Anda ingin mendapatkan tes saat Anda berada di karantina selama 14 hari, baiklah, akan tetapi Anda pasti membutuhkan tes di akhir untuk memastikan bahwa Anda bisa keluar,” kata Lee. Jika tes tersebut ternyata positif Covid-19, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan tentang berapa lama Anda harus dites lagi untuk memastikan tidak lagi terinfeksi. “Itu bervariasi untuk setiap orang tergantung pada apakah mereka memiliki gejala, kapan mereka memiliki gejala, berapa lama mereka memiliki gejala, hal semacam itu,” kata Lee. “Jadi, ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan dengan penyedia layanan kesehatan.”

Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah Persyaratan Agar Bisa di Vaksin Corona!

Banyak pasien positif terkonfirmasi Covid-19 yang saat ini di sarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Pada umumnya, isolasi mandiri biasanya diberlakukan bagi pasien yang terinfeksi tidak bergejala sama sekali atau hanya bergejala ringan seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Berikut enam hal yang harus dilakukan selama masa isolasi mandiri, agar pasien terinfeksi Covid-19 cepat pulih serta sehat kembali.

1. Memakai Masker

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara, dr M Irfan SpPD mengatakan, pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah wajib agar selalu menggunakan masker. “Ini penting ya, karena kalau kita lepas masker, kita juga dapat menularkanya ke orang lain. Termasuk dengan keluarga sendiri,” kata Irfan kepada Kompas.com, Rabu (3/1/2021). Irfan juga menegaskan, bahwa anggota keluarga yang serumah dengan pasien Covid-19 juga harus menggunakan masker saat berada di dekat pasien tersebut. Selain itu, masker juga berguna melindungi pasien Covid-19 menjelang brakhirnya masa isolasi, untuk mencegah penularanya jika ternyata ada anggota keluarga lain yang tanpa gejala.

2. Jaga Jarak dan Selalu Mencuci Tangan

Kendati sudah terinfeksi Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di kamar sendiri, pasien Covid-19 juga masih tetap harus menjaga jarak dan selalu cuci tangan. Anggota keluarga lain juga harus menjaga jarak 1.5 centimeter hingga 2 centimeter dan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap kali merawat pasien, seperti mengantar makanan atau kebutuhan pasien lainnya. “Kalau bisa tidur terpisah dengan anggota keluarga yang lain, jikalau memungkinkan. Kalau tidak memungkinkan, cari kamar yang paling tidak bisa berjarak sejauh 2 meter,” ujarnya. Berjemur 15 menit Irfan mengingatkan untuk berjemur kira-kira 10-15 menit di jam 9 pagi atau di atas jam 3 sore. Karena, berjemur akan membantu memenuhi kebutuhan vitamin D pasien Covid-19. Seperti dikutip dari Live Science, satu studi yang telah diterbitkan 3 September di JAMA Network Open, menemukan bahwa risiko infeksi Covid-19 pada orang dengan kekurangan vitamin D hampir dua kali lebih tinggi daripada orang dengan tingkat vitamin D yang cukup. Sementara itu, studi lain, yang diterbitkan pada 27 Oktober di The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, menemukan bahwa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit memiliki kadar vitamin D yang rendah dibandingkan dengan kelompok pasien yang tidak terinfeksi Covid-19.

3. Buka Ventilasi Kamar untuk Menjaga Sirkulasi Udara

Pada umumnya, selama isolasi mandiri, 90 persen kegiatan yang dilakukan pasien Covid-19 ialah di dalam ruangan kamar. Oleh sebab itu, penting untuk selalu membuka ventilasi udara di dalam kamar Anda. “Ventilasi di kamar sebaiknya sesekali dibuka untuk adanya pertukaran udara yang baik,” jelasnya.

4. Konsumsi Gizi Seimbang

Seperti yang telah diketahui, sangat penting mengonsumsi makanan bergizi seimbang dalam kondisi apapun. Terlebih lagi bagi Anda yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan terinfeksi Covid-19. Makanan kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan adalah menu wajib yang harus ada pada menu utama makanan sehari-hari Anda selama melakukanisolasi mandiri. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengonsumsi vitamin atau suplemen dan juga obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter penanggung jawab Anda.

5. Berpikiran Positif

Selain melakukan berbagai macam aktivitas fisik, pasien Covid-19 juga di wajibkan berupaya dalam berpikiran positif, agar proses penyembuhan Anda menjadi maksimal dan sehat kembali seperti sedia kala. “Yang paling penting adalah selalu berpikiran positif untuk sembuh, selain itu juga berdoa dan selalu beribadah,” tegasnya.

Ini merupakan momen yang menakutkan, akan tetapi tak perlu khawatir karena di setiap masalah ataupun musibah akan ada jalanya.
Semoga tips dan trik di atas dapat membantu meredakan kecemasan anda dan mempersiapkanmu serta keluarga untuk menghadapi kemungkinan terburuk, sambil berharap,berjuang untuk yang terbaik, serta berdoa agar wabah ini segera di angkat dan bumi kita ini sehat kembali . Aamiin..