Posted By turismo Posted On

Fakta Tentang ‘Black Box’ Bagian Pesawat Paling Dicari Saat Kecelakaan

Fakta Tentang ‘Black Box’ Bagian Pesawat Paling Dicari Saat Kecelakaan – Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 diketahui terjatuh di sekitar perairan Pulau Laki. Hingga kini proses pencarian masih dilakukan, termasuk komponen pesawat, Black Box atau kotak hitam yang telah ditemukan titik lokasinya.

Fakta Tentang ‘Black Box’ Bagian Pesawat Paling Dicari Saat Kecelakaan

Sumber : teen.co.id

 

hungriaturismo – Black Box merujuk pada alat perekam data yang berada di pesawat selama penerbangan. Telah banyak diketahui bahwa black box sendiri tidak memiliki warna hitam seperti namanya.

Selain itu berikut fakta-fakta tentang black box, seperti dikutip dari Pikiranrakyat-Bekasi.com :

1.Black Box Terdiri Dari Dua Bagian

Sumber : news.detik.com

Kotak hitam terdiri dari dua bagian independen, yaitu perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR).

Kedua jenis peralatan tersebut diperlukan untuk penerbangan komersial atau jet pribadi. FDR mencatat informasi seperti kecepatan udara, ketinggian, percepatan vertikal, dan aliran bahan bakar.

Versi awal menggunakan string untuk menyandikan data, tetapi hari ini mereka menggunakan papan memori solid-state.

Perekam solid-state pada pesawat besar dapat melacak lebih dari 700 parameter.

Baca juga : Kumpulan Strategi Pemasaran Bisnis Online

2. Penemu Black Box Orang Australia

Sumber : kabarpenumpang.com

Penemuan kotak hitam dimulai ketika ayah David Warren meninggal dalam Kecelakaan Pesawat . Pada 19 Oktober 1934, ayah David naik pesawat dengan bayi laki-laki, 3 perempuan dan 7 laki-laki. Ayahnya Hubert Warren (Hubert Warren), mantan misionaris, sedang menuju ke Sydney, Australia. Saat itu, David baru berusia 6 tahun.

Pesawat itu bernama Nona Hobart. Pesawat Menghilang di Launceston dan Melbourne. Otoritas Penerbangan Sipil Australia melakukan pencarian, tetapi tidak menemukan hasil. Ini insiden pertama di Australia. Semua penumpang dinyatakan tidak aman.

David diberi radio kristal oleh ayahnya. Karunia ini menandai awal kecintaannya pada sains.

Cintanya terwujud. David bekerja sebagai peneliti di Aviation Research Laboratory (ARL) di Melbourne pada tahun 1954. Dia berpartisipasi dalam penyelidikan kecelakaan pesawat bertenaga jet komersial pertama di dunia Comet. Pesawat komet diluncurkan pada tahun 1952.

Segera setelah lepas landas, tiga pesawat komet menghilang dan menewaskan semua penumpang. David percaya bahwa jika peneliti mengetahui apa yang terjadi dalam beberapa menit sebelum kecelakaan, itu akan membantu mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Dari situlah muncul ide mendesain kotak hitam. Ide ini semakin diperkuat ketika ia terpesona dengan alat perekam miniatur pertama di dunia yang bisa dimasukkan ke dalam sakunya. Dia membagikan ide ini dengan rekan-rekannya tetapi diabaikan.

David Warren tidak rusak. Ia menyampaikan ide membuat perekam penerbangan kepada atasannya. Bos menolak gagasan itu lagi.

Suatu hari, bosnya berubah. Bos baru memberikan izin resmi kepada David untuk membuat perekam penerbangan, tetapi hanya dengan syarat David harus secara teratur menulis laporan tentang gagasan tersebut.

David berhasil menciptakan perekam penerbangan pesawat. David (David) menerbitkan laporan pada tahun 1954 berjudul “Peralatan yang digunakan untuk membantu dalam penyelidikan kecelakaan pesawat”, yang menggambarkan sistem teoritis dan prototipe kotak hitam yang dapat menyimpan hingga empat jam instrumen penerbangan Suara dan data.

Ia pun mulai memperkenalkan perekam penerbangan ke berbagai maskapai penerbangan. Namun, prestasi kerjanya buruk, dan banyak maskapai penerbangan di Australia menolaknya.

David terus memberikan karyanya ke Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis. Namun, masih belum ada tanggapan.

Baru pada tahun 1958 pejabat Inggris Robert Hardingham menyadari pentingnya pemutar rekaman di pesawat David. Beberapa tahun kemudian, kotak hitam terjual dengan sangat baik. Awalnya alat tersebut diberi nama “Telur Merah” karena berbentuk oval dan berwarna merah.

Akhirnya, pada tahun 1960, Australia menjadi negara pertama yang memaksa semua pesawat komersial menggunakan kotak hitam. Kemudian terapkan temuan ini ke semua pesawat di seluruh dunia.

3. Para Ahli Tidak Menyebutnya ‘black box’

Sumber : m.apakareba.id

Istilah kotak hitam memang yang paling populer, namun para ilmuwan belum menyebutnya demikian.

Ada banyak teori tentang asal muasal nama kotak hitam tersebut, mulai dari desain interior awal berwarna gelap, deskripsi “kotak hitam cantik” oleh wartawan hingga hangus pasca kecelakaan.

Para ahli menyebut kotak hitam itu sebagai perekam data penerbangan elektronik.

Peran mereka adalah melacak informasi penerbangan mendetail, merekam semua data penerbangan, seperti ketinggian, posisi dan kecepatan, dan semua percakapan pilot.

4. Hanya 2 Jam Percakapan Kokpit yang Disimpan

Sumber : newsmaker.tribunnews.com

Perekam suara digital memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk menyimpan 25 jam data penerbangan, tetapi hanya dua jam yang dapat merekam suara di dalam kokpit.

CVR melacak interaksi awak dan kontrol lalu lintas udara, serta kebisingan latar belakang yang dapat memberikan petunjuk penting bagi penyelidik.

Versi sebelumnya dari rekaman itu hanya dapat merekam percakapan selama 30 menit dan kebisingan kokpit.

5. Butuh Waktu Lama Untuk Menemukan Kotak Hitam Itu

Sumber : liputan6.com

Kotak hitam dilengkapi dengan suar atau sinyal pelacak lokasi bawah air, yang mulai berdenyut saat sensor menyentuh air.

Kotak hitam tersebut masih aktif, dengan kedalaman lebih dari empat kilometer, dan dapat melakukan “ping” setiap detik selama 30 hari sebelum baterainya habis.

Kasus Air France 447 jatuh di Samudera Atlantik pada 1 Juni 2009. Tim pencari butuh waktu dua tahun untuk menemukan kotak hitam pesawat.

Meski sudah lama ditemukan, kotak hitam tetap bisa memberikan informasi berharga tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum kecelakaan itu.

Baca juga : 5 Kecelakan Maut Bus Jalur Tengkorak di Indonesia

6. Black box hampir tidak bisa dihancurkan

Sumber : cnnindonesia.com

Biasanya, baterai kotak hitam sebuah pesawat akan habis dalam waktu sekitar satu bulan. Namun salah satu permasalahannya adalah radius sinyalnya tidak terlalu lebar sehingga beberapa proses pencarian akan memakan waktu lama.

Karena komponen black box merupakan komponen yang begitu penting di dalam pesawat, maka komponen black box perlu disertifikasi agar tidak bisa dihancurkan, paling tidak untuk mencapai ambang batas yang tinggi.

Black box atau kotak hitam pesawat diuji dengan menabrak tembok beton dengan kecepatan 750 kilometer per jam, dan harus mampu menahan beban 2,25 ton setidaknya selama lima menit, serta mampu menahan suhu 1.100 derajat Celcius selama berjam-jam. Selain itu, black box pesawat tidak hanya tahan air, tapi juga memiliki tekanan berat ribuan meter di bawah air.

Setelah menemukan kotak hitam pesawat dan memulai “prinsip kerja”, penyelidik akan membawa perekam ke laboratorium, mengunduh data dari perekam dan mencoba merekonstruksi kejadian tersebut. Sistem membaca mungkin memerlukan beberapa minggu atau bulan untuk menyelesaikan proses ini.

Di Amerika Serikat, produsen kotak hitam pesawat menyediakan sistem pembacaan dan perangkat lunak yang diperlukan untuk melakukan analisis lengkap terhadap data yang disimpan di perekam. Ketika Air France 447 jatuh di Samudera Atlantik pada 2009, kotak hitam pesawat itu sudah hampir dua tahun tidak ditemukan.

Fragmen yang berisi kotak itu terendam hingga kedalaman hampir 4000 meter. Namun, data dan catatan tersebut telah dipulihkan dan terbukti sangat berharga dalam membantu penyelidikan.

Karena beberapa kecelakaan besar, seperti AF447 dan MH370, beberapa kecelakaan memerlukan transmisi data telemetri waktu nyata dari pesawat alih-alih menyimpannya di dalam kotak untuk diambil. Ini akan memungkinkan peneliti untuk langsung mengakses data yang relevan dan memberikan jawaban lebih cepat.

7. Tak secanggih HP

Sumber : star.grid.id

Setelah insiden MH370, para ahli menyarankan perlunya memperbarui metode pengumpulan data penerbangan. Dalam industri penerbangan saat ini, penumpang dapat mengirim SMS dan berselancar di Internet selama penerbangan, namun komunikasi dari alat perekam data penerbangan tidak terhubung langsung (real-time) ke pihak terkait.

Salah satu kendala adalah bahwa sejumlah besar bandwidth juga diperlukan untuk mengirimkan data penerbangan dalam jumlah besar.