Posted By turismo Posted On

9 Referensi Tempat Hiking di Indonesia

www.hungriaturismo.com9 Referensi Tempat Hiking di Indonesia. Negara kita tercinta Indonesia dikenal sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Selain negara kepulauan, Indonesia disebut juga negara maritim. Indonesia merupakan kepulauan yang dikelilingi laut juga gunung berapi aktif.

Negara Indonesia kaya akan jalur penjelajahan yang menakjubkan.

Mulai dari melintasi persawahan, Lintas yang berliku, hingga Anda menemukan hutan hujan tropis, hamparan padang rumput, serta pantai pasir putih yang tersembunyi.

Supaya membantu Anda mencari destinasi petualangan selanjutnya, kami menyusun daftar hiking dengan pemandangan paling spektakuler yang pernah ada. Jadi tunggu apa lagi, siapkanlah kamera serta sepatu hiking Anda. Kali ini kami akan mengajak Anda ke tempat-tempat yang akan membuat anda masuk ke petualang paling menajubkan. antara lain :

1. Bukit Teletubbies ala Bondowoso: Kawah Wurung, Bondowoso, Jawa Timur

Kawah Wurung merupakan sebuah kawasan perbukitan yang mempunyai hamparan padang rumput (savana) yang hijau dengan cerukan yang berbentuk menyerupai kawah gunung. Perbukitan ini dikelilingi sebuah lubang raksasa menyerupai kaldera.

Untuk mulai melakukan pendakian ke atas bukit, ikuti saja jalur setapak diantara ilalang rumput. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit Anda sudah dapat mencapai puncak bukit dengan jalur pendakian yang tidak terlalu terjal.

Kawah Wurung tak selalu tampil dengan pesona hijaunya. Kalau ingin menjumpai “versi” hijaunya, datanglah di musim hujan. Sedangkan jika Anda datang di saat musim kemarau, pemandangan padang savananya akan berubah menjadi kecokelatan.

Banyak cara menikmati keindahan Kawah Wurung selain itu dengan berjalan kaki, misalnya bersepeda gunung atau mendirikan hammock menikmati suasana alam sekitar. Makanya nggak heran kalau Kawah Wurung juga menjadi salah satu lokasi pengambilan foto pre-wedding yang menarik.

Kawah Wurung

  • Tiket Masuk: Rp4.000 per orang
  • Tingkat Kesulitan: 4/10
  • Lokasi: Desa Jampit, Kecamatan Sempol, Bondowoso, Jawa Tengah

Untuk ke Sana: Dari Surabaya Anda bisa mengambil jalan menuju Bondowoso lewat jalur Pantura sampai Besuki. Selanjutnya dari Besuki ambil pertigaan ke arah Bondowoso sampai Wonosari. Dari Wonosari cari pertigaan yang menuju ke Situbondo dan Kawah Ijen, pilih rute ke Kawah Ijen. Selanjutnya perjalanan menuju Desa Sempol sekitar 2-3 jam. Dari Desa Sempol tinggal melanjutkan perjalanan dengan mengambil jalur menuju Kawah Wurung.

Baca Juga: 14 Objek Wisata di Indonesia Terkenal hingga ke Mancanegara!

2. Fenomena Gunung bersalju di negara tropis: Puncak Jaya, Papua

Dengan ketinggian 4.884m, Puncak Jaya atau juga disebut sebagai Gunung Carstensz (Carstensz Pyramid) merupakan satu dari Tujuh Puncak (Seven Summits) – gunung-gunung tertinggi di dunia – yang sangat populer di kalangan pendaki mancanegara.

Gunung Carstensz termasuk ke dalam area Taman Nasional Lorentz, yang diterima sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1999. Taman nasional ini mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang beragam budaya yang sangat mengagumkan.

Di sekitar Puncak Jaya terdapat pemandangan yang sangat asing di Indonesia, yaitu gunung bersalju. Keren, bukan?
Mengingat medannya yang ekstrem melalui sungai dan jalur terjal, kami hanya menyarankan Anda yang sudah berpengalaman mendaki gunung saja yang perlu menjajal tantangan ini. Karena, rute pendakian ke Puncak Jaya termasuk salah satu yang tersulit di antara Seven Summits, dan untuk menuju ke base camp saja membutuhkan waktu setidaknya empat hari.

Dari base camp Anda masih harus terus melanjutkan perjalanan selama empat hari bolak balik. Pastinya, perencanaan yang matang, pemandu, serta juru angkat amat dibutuhkan dalam ekspedisi ini.

Puncak Jaya, Papua

  • Biaya: Mulai dari Rp60.000.000 (lokal) | Mulai dari USD 11.000 (asing)
  • Tingkat Kesulitan: 10/10
  • Lokasi: Puncak Jaya, Tembagapura, Kabupaten Mimika 98972

Untuk ke Sana : Bandara terdekat adalah bandara perintis Mulu di Kampung Tsinga, Kabupaten Timika. Penerbangan ke bandara perintis ini termasuk jarang dan biayanya cukup mahal. Dari bandara ini, Anda harus mengatur perjalanan dengan pemandu dan juru angkut barang yang akan membawa anda ke base camp.

3. Pemandangan yang bikin mencengang!: Bukit Warinding, Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Kalau anda pernah menonton film Indonesia berjudul Pendekar Tongkat Emas garapan Mira Lesmana dan Riri Riza, Maka Anda tentu ingat dengan lokasi syutingnya di hamparan bukit yang luas, yaitu Bukit Warinding yamg terdapat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ini.

Wairinding memang bikin merinding! Terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai atau sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota Sumba Timur, bukit ini terlihat menakjubkan dengan vegetasi hamparan rumputnya yang luas. Jika Anda datang di musim kemarau, yakni antara Bulan Juli hingga Bulan Oktober maka suasana alam di sana akan terasa seperti berada di Afrika, lengkap dengan padang savananya yang eksotik. Berbeda jika pengunjung datang di musim hujan, suasana layaknya di perbukitan New Zealand akan Anda rasakan setibanya di bukit ini.
Keadaan jalur menuju lokasi Wairinding sudah beraspal halus meskipun jalannya berkelok-kelok. Anda akan melewati jalan trans Sumba Waingapu-Waikabubak yang dikenal dengan “Letter S” karena topografinya yang berkelok-kelok. Kurang lebih sekitar 30-45 menit lamanya berkendara, Anda akan sampai ke lokasi.

Bukit Warinding

  • Tiket Masuk: Tidak ada pungutan tiket masuk resmi di Wairinding, akan tetapi setiap tamu yang datang disarankan untuk mengisi buku tamu dan memberikan uang seikhlasnya saja untuk kesejahteraan para masyarakat setempat.
  • Tingkat Kesulitan: 4/10
  • Lokasi: Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Untuk ke Sana : Bandara terdekat adalah Umbu Mehang Kunda di kota Waingapu. Anda bisa menyewa kendaraan dari Waingapu menuju Waikabubak di Sumba Tengah atau bisa juga melalui Tambolaka di Sumba Barat.

4. Sepotong surga di Celebes: Pulau Dua, Balantak, Sulawesi Tengah

Sulawesi ialah salah satu surga untuik para traveller. Bagaimana tidak? Anda dapat menikmati keindahan laut baik di atas dengan pantai pasir putihnya serta keindahan bawah laut dengan keragaman spesies ikan dan tanaman hingga terumbu karangnya. Selain laut juga terdapat kuliner yang sedap untuk di santap, dan tentunya keindahan gunung dan bukit yang sudah pasti memacu adrenalin Anda.

Kali ini kami akan membahas Pulau di Sulawesi Tengah di wilayah Luwuk, Banggai; yang bernama Pulau Dua. Pulau ini di katakan sebagai pulau yang mirip dengan Pulau Padar di Nusa Tenggara Timur, ada juga yang menyebut mirip dengan Pantai Kelingking di Nusa Penida, Bali. Meskipun terpencil, Pulau Dua ini menjadi daya tarik bagi wisatawan asing lho, mengapa? Karena Pulau Dua merupakan kombinasi alam, pegunungan, dan panorama bawah laut yang serasi.

Ada berbagai macam kegiatan yang bisa Anda lakukan di sini, yaitu: berburu sunrise (sebelum jam 05.00 pagi) dan sunset, snorkling, diving, dan menyantap ikan bakar segar atau sekedar bersantai di penginapan yang ada di pulau ini.

Pulau Dua

  • Tiket Masuk: Biaya sewa satu perahu Rp150.000 untuk pulang pergi dengan kapasitas maksimal 10 orang.
  • Biaya sewa peralatan diving/snorkeling sekitar Rp. 15.000/set lengkap dengan fins (kaki katak).
  • Tingkat Kesulitan: 4/10
  • Lokasi: Desa Desa Kampangar, Kecamatan Balantak, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah

Untuk ke Sana: Bandara terdekat adalah Syukuran Aminuddin Amir di Kota Luwuk. Anda bisa menggunakan pesawat dari Kota Palu ke Luwuk. Dari Luwuk Anda bisa menyewa kendaraan menuju kota Balantak kemudian dilanjutkan sampai ke Desa Pulo Dua untuk menyebrang ke Pulau Dua.

5. Menjelajahi Jurassic World: Pulau Padar, Taman Nasional Komodo

Sebagai bagian dari Taman Nasional Komodo, Pulau Padar adalah habitat bagi reptil purbakala kebanggaan Indonesia, ya, Benar komodo. Meski Pulau Komodo dan Pulau Rinca jauh lebih populer di kalangan wisatawan, namun sesungguhnya Pulau Padar menyajikan pemandangan yang tak kalah mengesankan.

Sebagai bonus, saat menjelajahinya, Anda bisa saja berpapasan langsung dengan komodo! dan Selalu Berhati-hati, ya.

Dan sepanjang perjalanan mendaki dari pantai merah jambu hingga ke puncak tertinggi pulau ini, mata Anda akan dimanjakan dengan panorama laut biru serta perbukitan hijau yang benar-benar sangat memukau!

Meskipun untuk mendaki dan menuruni puncak tertinggi ini membutuhkan waktu dua hingga tiga jam (tentunya tergantung berapa kali Anda berhenti untuk berfoto), luangkan juga waktu untuk menikmati keindahan bawah lautnya dengan snorkeling. Ada lebih dari 1000 spesies ikan loh!

Dari puncak bukit hingga bawah laut, pemandangan di sekitar Pulau Padar benar-benar tidak ada duanya!

Pulau Padar

  • Tiket Masuk: Gratis. Bila Anda ingin melihat komodo di Pulau Rinca maka Anda dikenakan tiket masuk Rp29.000 per orang berlaku 1 hari.
  • Tingkat Kesulitan: 5/10
  • Lokasi: Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur 86554
  • Telepon: 0812 3681 0988

Untuk ke Sana: Bandara terdekat dari Pulau Padar adalah Bandar udara Komodo yang terletak di Labuan Bajo, Flores dan Bandar Udara Sultan Muhammad Salahudin di Bima, Sumbawa. Untuk menuju pulau dari kedua kota ini Anda perlu menyewa kapal. Beritahukan kepada kapten kapal bahwa Anda ingin trekking di Pulau Padar, maka ia akan tahu di mana Anda harus turun. Rute hiking berawal dari pantai hingga terus ke puncak. Alternatif lainnya, Anda bisa bergabung dalam paket tur yang biasanya juga memasukkan kunjungan ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Baca Juga: 6 Wisata Pantai di Bali dan 10 Aktifitas Wiasata Anak

6. Petualangan menuju Danau Tiga Warna: Gunung Kelimutu, Flores

Coba ingat – ingat uang kertas Rp5.000 tahun 1992, Kelimutu menjadi tempat wisata yang terdapat di desain belakangnya. Gunung yang di puncaknya terdapat tiga buah danau berbeda warna ini menawarkan jalur hiking yang unik dan tak akan terlupakan.

Kalau Anda gampang mabuk darat, ada jalur lain yang lebih panjang akan tetapi dapat dilalui dengan berjalan kaki, yaitu rute sejauh 20 kilometer dari Desa Moni dengan waktu tempuh menuju ke puncak sekitar 4 jam.
Kenapa harus ke sini? Meskipun Kelimutu tak meletus dalam lima puluh tahun terakhir, itu tidak berarti tidak akan terjadi di masa depan. Jika erupsi lagi, maka keajaiban alam unik dari danau puncaknya akan hilang selamanya. nah, untuk itu jangan lupa masukkan dalam bucket list Anda sebelum itu menjadi sebuah kenangan.

Gunung Kelimutu

  • Tiket Masuk: Rp150.000 per orang
  • Tingkat Kesulitan: 6/10
  • Lokasi: Moni, Flores, Nusa Tenggara Timur

Untuk ke Sana: Bandara terdekat adalah Bandar Udara Frans Seda di Maumere. Dari situ, pengunjung dapat menumpang bis Maumere-Ende dan turun di Moni. Pilihan lain adalah naik taksi dari Maumere ke Moni. Dari Moni, Anda bisa berjalan kaki sejauh 20 km atau naik kendaraan umum ke Taman Nasional Kelimutu.

7. Keindahan dengan sejauh mata memandang: Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat

Sebagai salah satu tujuan hiking terpopuler di Indonesia, Gunung Rinjani di kenal akan pemandangannya yang indah, meskipun medannya cukup menantang.

Waktu yang diperlukan untuk mendaki gunung ini kurang lebih empat hari tiga malam dan harus melalui berbagai jenis ekosistem, dari hutan hujan, danau, sumber air panas, sampai savana.

Begitu mencapai puncak, pendaki dapat melihat dengan jelas keindahan danau vulkanik Segara Anak. Bahkan jika langit sedang cerah, seluruh area Pulau Lombok hingga Bali pun tampak jelas di kejauhan!

Mendaki Gunung Rinjani termasuk sulit serta terdapat beberapa jalur yang dapat dilalui untuk mencapai puncaknya, oleh karena itu kami sarankan Anda menggunakan jasa pemandu lokal.

Gunung Rinjani

  • Tiket Masuk: Rp 40.000/orang untuk wisatawan lokal dan Rp. 600.000/orang untuk wisatawan asing.
  • Tingkat Kesulitan: 8/10
  • Lokasi: Gunung Rinjani, Sembalun Lawang, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB 83656
  • Telepon: (0370) 660 8874

Untuk ke Sana : Terdapat beberapa jalur resmi yang sering digunakan oleh para pendaki, yaitu Jalur Senaru, Jalur Sembalun, dan Jalur Torean. Umumnya pendaki naik via Sembalun karena medannya tidak terlalu curam, dan turun lewat Senaru. Dari Bandar Udara Internasional Lombok Anda bisa langsung ke Basecamp Sembalun Rinjani dengan menyewa kendaraan. Opsi lain adalah ke Terminal Mandalika terlebih dahulu menggunakan transportasi umum, lalu lanjutkan perjalanan selama sejam ke Pasar Aikmel. Dari Pasar Aikmel Anda dapat menyewa kendaraan menuju Basecamp Sembalun. Jika menggunakan pemandu, pastikan yang memiliki lisensi resmi pemerintah.

8. Ekspedisi menakjubkan di Pulau Vulkanis: Pulau Gunung Api Banda, Maluku

Hal yang paling memuaskan hati setelah lelah melakukan pendakian ialah melihat panorama menawan yang tampak dari puncak. Itulah yang bisa Anda dapatkan di Pulau Gunung Api Banda.

Pulau tak berpenghuni yang keseluruhan daratannya berupa gunung api vulkanis ini mempunyai ketinggian sekitar 656 meter di atas permukaan laut dengan medan yang lumayan menantang. Untuk menuju puncak terdapat dua rute yang bisa anda pilih, rute pertama yang lebih pendek menghadap Banda Neira.

Rute lainnya lebih panjang, akan tetapi mempunyai medan yang lebih mudah dilalui. Meskipun untuk menuju ke sini tak perlu menggunakan jasa pemandu, sebaiknya Anda bertanya terlebih dahulu agar tidak tersesat.

Perjalanan menuju puncak mungkin akan membuat Anda tersengal-sengal, akan tetapi semua perjuangan itu tak akan sia-sia begitu melihat pemandangan laut biru yang sangat mengagumkan.

Selain memiliki panorama yang indah, Pulau Gunung Api Banda juga dihuni beberapa satwa seperti beragam jenis burung endemik, kus-kus (Phalanger orientalis) serta beberapa daintaranya flora termasuk pohon pala (Myristica fragrans), anggrek, dan flora endemik lainnya.

Pulau Gunung Api Banda

  • Tingkat Kesulitan: 7/10
  • Lokasi: Laut Banda, Kecamatan Banda, Maluku Tengah

Untuk ke Sana : Dari Ambon Anda bisa menggunakan pesawat menuju Banda Neira dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Anda juga bisa menggunakan kapal motor dengan waktu sekitar 6 jam. Dari Banda Neira lanjutkan menuju pasar ikan Banda Neira, lalu sewalah perahu motor yang dapat mengantarkan Anda langsung ke kawasan Pulau Gunung Api Banda. Waktu tempu dari pasar ikan menuju Pulau Gunung Api Banda sekitar 1 jam.

9. Pesona Keindahan 7 puncak dan 5 kawah: Gunung Merbabu, Jawa Tengah

Dengan ketinggian 3.145 meter dari atas permukaan laut, puncak Gunung Merbabu menyajikan keunikan serta keindahan tersendiri. Pasalnya dari tempat ini para pendaki mampu melihat jelas tujuh puncak gunung lainnya, yaitu: Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Dataran Tinggi Dieng, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, Gunung Merapi dan Gunung Lawu.

Dan bukan cuma itu, Gunung Merbabu juga mempunyai keunikan berupa lima buah kawah sisa letusan di tahun 1560 dan 1797, yaitu Kawah Condrodimuko, Kawah Sambernyowo, Kawah Kombang, Kawah Kendang, dan Kawah Rebab.

Pendakian menuju ke puncak Gunung Merbabu menghabiskan waktu sekitar 14 jam pulang-pergi, serta waktu yang disarankan agar memulai perjalanan adalah tengah malam supaya dapat tiba di puncak bertepatan dengan saat terbitnya matahari. Anda juga dapat menghabiskan waktu lebih lama dengan berkemah di sini. Para pendaki biasanya memulai perjalanan dari Kopeng, namun bisa juga dari Selo di arah selatan untuk medan yang lebih menantang.

Meskipun perjalanan menuju puncak gunung ini tergolong panjang dan berliku, akan tetapi dijamin begitunya sampai di puncak semua letih dan pegal sirna seketika.

Gunung Merbabu

  • Tiket Masuk: Rp 15.000/orang
  • Tingkat Kesulitan: 7/10
  • Lokasi: Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali 57363

Untuk ke Sana : Cara menuju Gunung Merbabu bisa dilalui dari lintas penjuru kota, seperti semisal Anda menggunakan transportasi Kereta Api dari Jakarta atau Surabaya, bisa turun di Stasiun Tugu atau Lempuyangan Jogja. Kemudian bisa juga dari Stasiun Tawang atau Poncol Semarang, dan Stasiun Balapan Solo. Dari situ lanjutkan perjalanan menggunakan bis jurusan Magelang, kemudian sambung lagi yang ke arah Kopeng, Salatiga. Dari Kopeng masih harus melanjutkan perjalanan dengan ojek dengan tarif sekitar Rp20 ribu menuju pos awal pendakian di Thekelan.